Beberapa waktu yang lalu, terdapat seorang mahasiswi berusia sekitar 23 tahun yang sering mengeluhkan badan lemas dan tampak pucat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobinnya (Hb) hanya 8,2 g/dL, sehingga dokter mendiagnosisnya mengalami anemia. Setelah ditelusuri, tidak ditemukan riwayat perdarahan maupun kelainan darah lainnya. Salah satu kebiasaan yang diduga berkontribusi adalah sering mengonsumsi es teh manis. Hal ini karena teh mengandung senyawa tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan, sehingga jika dikonsumsi terus-menerus bersamaan dengan asupan zat besi, risiko terjadinya anemia dapat meningkat. Contoh tersebut menunjukkan bahwa makanan, minuman, maupun suplemen dapat berinteraksi dengan obat atau zat gizi tertentu sehingga memengaruhi manfaat yang diharapkan.
Oleh karena itu, penting untuk memahami interaksi obat agar penggunaannya tetap aman dan efektif. Interaksi dapat terjadi ketika obat dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, makanan, minuman, herbal, atau suplemen yang dapat memengaruhi cara kerja obat di dalam tubuh1. Pada artikel ini akan dibahas tujuh kombinasi obat dan suplemen yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara bersamaan sebagai berikut :
1.Zat besi dengan teh atau kopi
Penyerapan zat besi yang berasal dari bahan pangan nabati, dapat terganggu oleh senyawa penghambat berupa polifenol yang banyak ditemukan dalam makanan dan minuman yang bersumber dari tumbuhan termaksud kopi dan teh2. Polifenol menghambat penyerapan zat besi dengan cara berikatan dengan ion Fe²⁺ atau Fe³⁺ di saluran pencernaan sehingga membentuk senyawa kompleks stabil yang sukar larut pada pH usus halus, akibatnya zat besi tidak dapat diangkut dan gagal diserap tubuh3. Maka semua obat yang mengandung zat besi tidak disarankan dikonsumsi bersama dengan teh atau kopi.
2.Zat besi dengan kalsium
Selama proses absorpsi (penyerapan) besi, bila jumlah total kalsium yang dikonsumsi antara 40-300 mg, maka akan terjadi interaksi antara kalsium dan zat besi. Jumlah kalsium ini dapat mengurangi penyerapan zat besi hingga 40%4. Maka harus diperhatikan jumlah asupan kalsium harian jangan melebihi 300 mg per hari.
3.Antibiotik tertentu dengan susu atau suplemen kalsium
Obat antibiotik dari golongan tetrasiklin, seperti tetracycline dan doxycycline, dapat kehilangan sebagian besar efektivitasnya jika diminum bersamaan dengan susu. Hal ini karena kalsium dalam susu akan mengikat obat di lambung dan membuatnya sulit diserap oleh tubuh.
Selain itu, antibiotik golongan fluoroquinolone, seperti ciprofloxacin juga tidak boleh diberikan bersamaan dengan susu karena protein dan kalsium dalam susu bisa menempel pada obat ini dan menurunkan jumlah obat yang masuk ke dalam aliran darah. Untuk menghindari masalah ini, maka sebaiknya hindari mengkonsumsi susu satu jam sebelum atau dua jam setelahnya untuk menjaga jarak membantu antibiotik bekerja maksimal melawan infeksi yang sedang diobati5.
4.Levotiroksin dengan kalsium
Susu juga ternyata dapat menurunkan penyerapan obat Levotiroksin, yaitu obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan tiroid. Kandungan kalsium dalam susu dapat menghambat kerja obat di saluran pencernaan6. Sehingga disarankan untuk meminum levotiroksin pada pagi hari dengan perut kosong dan menunggu sekitar 30–60 menit sebelum sarapan.
5.Warfarin dengan vitamin K
Warfarin adalah obat pengencer darah yang bekerja dengan cara menghambat vitamin K di mana nantinya jika diberikan secara bersamaan maka dapat mengurangi efek warfarin. Karena alasan itu, beberapa produk vitamin K secara khusus digunakan untuk mengobati komplikasi perdarahan atau pengenceran darah berlebihan yang disebabkan oleh warfarin7. Maka, tidak boleh mengonsumsi obat-obatan ini bersamaan kecuali atas perintah atau saran dokter dan dibawah pengawasan medis yang ketat.
6.Digoksin dengan herbal tertentu (misalnya ginseng atau St. John's wort)
Penggunaan digoksin bersama dengan ginseng dapat mengubah kadar digoksin dalam darah. Ginseng (terutama ginseng Siberia/Eleutherococcus) dapat meningkatkan kadar digoksin dalam darah8. Hal ini meningkatkan risiko keracunan karena senyawa aktif ginseng memiliki efek yang mirip glikosida jantung, sehingga memperkuat kerja obat maka sebaiknya hindari penggunaan kedua zat ini secara bersamaan tanpa anjuran dokter karena indeks terapi digoksin yang sangat sempit. Selain itu, interaksi antara digoksin dan St. John's wort (SJW) tergolong interaksi mayor yang berbahaya. SJW menurunkan kadar digoksin dalam darah dengan cara menginduksi enzim hati, sehingga membuat digoksin kurang efektif. Hal ini berisiko memicu perburukan gejala gagal jantung atau hilangnya kendali irama jantung9.
7.Pil KB dengan St. John's wort
Interaksi antara St. John's wort (SJW) dan pil KB bersifat mayor dan tidak disarankan. SJW menginduksi enzim hati, sehingga mempercepat penguraian hormon kontrasepsi. Hal ini menurunkan kadar hormon secara drastis dan memicu risiko kehamilan yang tidak direncanakan. Karena enzim hati bekerja lebih aktif, hormon dalam pil KB akan dikeluarkan dari tubuh lebih cepat sebelum sempat memberikan efek pencegahan.10
Artikel direview oleh : apt. Safira Aulia, S. Farm
Sumber Pustaka :
- Airlangga, N., & Sandi, R. R. (2026). Hubungan Pengetahuan Interaksi Obat dengan Perilaku Konsumsi Obat Harian Mahasiswa Farmasi: The Relationship Between Drug Interaction Knowledge and Daily Medication Consumption Behavior Among Pharmacy Students at Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia (JIFIN), 4(01), 13-19.
- Domellöf, M., & Sjöberg, A. (2024). Iron - a background article for the nordic nutrition recommendations 2023. In Food and Nutrition Research (Vol. 68). Swedish Nutrition Foundation. https://doi.org/10.29219/fnr.v68.10451
- Piskin, E., Cianciosi, D., Gulec, S., Tomas, M., & Capanoglu, E. (2022). Iron Absorption: Factors, Limitations, and Improvement Methods. In ACS Omega (Vol. 7, Issue 24, pp. 20441–20456). American Chemical Society. https://doi.org/10.1021/acsomega.2c01833
- Rieny, E. G., Nugraheni, S. A., & Kartini, A. (2021). Peran Kalsium dan Vitamin C dalam Absorpsi Zat Besi dan Kaitannya dengan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil: Sebuah Tinjauan Sistematis. Media Kesehatan Masyarakat https://doi.org/10.14710/mkmi.20.6.423-432 102 Indonesia, 20(6), 423–432
- Raini, M. (2016). Antibiotik golongan fluorokuinolon: Manfaat dan kerugian. National Institute of Health Research and Development, Indonesian Ministry of Health.
- Adella, A., Cahaya, N., & Rahmah, S. (2021). Gambaran Pasien yang Menggunakan Suplemen Kalsium di Poliklinik Sub Spesialis Bedah Onkologi RSUD Ulin Banjarmasin. Jurnal Pharmascience, 8(1), 7-22. https://doi.org/10.20527/jps.v8i1.8598
- Drugs.com. (2026) Vitamin K and warfarin Interactions. Available at: Drugs.com (Accessed: 26 July 2026).
- Drugs.com. (2026) Digoxin and ginseng Interactions. Available at: Drugs.com (Accessed: 26 July 2026)
- Rahmayanti, S. U. (2018). Review Jurnal: Interaksi Warfarin Dan Herbal Untuk Meminimalkan Kejadian Adverse Drug Reaction (Adr). Farmaka, 16(2).
- Hall, S.D., Wang, Z., Huang, S.-M., Hamman, M.A., Vasavada, N., Adigun, A.Q., Hilligoss, J.K., Miller, M. and Gorski, J.C. (2003), The interaction between St John's wort and an oral contraceptive. Clinical Pharmacology & Therapeutics, 74: 525-535. https://doi.org/10.1016/j.clpt.2003.08.009