Ibu Hamil Kejang, Jangan Langsung Dianggap Kesurupan. Bisa Jadi Preeklampsia!
Bayangkan seorang ibu hamil tiba-tiba mengalami kejang. Tidak sedikit orang yang langsung mengira ia sedang kesurupan atau terkena gangguan gaib. Anggapan seperti ini ternyata bukan hanya ada di Indonesia, tetapi juga ditemukan di berbagai negara dengan sebutan berbeda-beda. Namun, benarkah kejang pada ibu hamil disebabkan oleh hal mistis?
Jawabannya tidak. Dalam banyak kasus, Dalam banyak kasus, kejang pada ibu hamil dapat menjadi tanda eklampsia, komplikasi paling berat dari preeklampsia yang memerlukan penanganan darurat. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa ibu sekaligus janin. Berdasarkan riset WHO, preeclampsia terjadi pada 2–8% kehamilan di dunia¹, menyebabkan puluhan ribu kematian ibu dan ratusan ribu kematian bayi setiap tahun².Di Indonesia, hipertensi dalam kehamilan menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian ibu, dengan kontribusi sebesar 33%.³ Preeklampsia dan eklampsia merupakan bagian dari kondisi tersebut dan dapat berkembang menjadi komplikasi yang mengancam nyawa.³.
Preeklampsia adalah tekanan darah tinggi (≥140/90 mmHg) yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu, disertai gangguan organ seperti ginjal, hati, atau otak⁴. Kondisi dapat berawal dari pembuluh darah plasenta yang tidak berkembang sempurna, sehingga plasenta kekurangan oksigen dan melepaskan zat yang merusak pembuluh darah sang ibu⁵. Preeklampsia bukan sekadar tekanan darah tinggi saat hamil. Kondisi ini dapat berkembang dan menimbulkan komplikasi serius pada ibu maupun bayi jika tidak ditangani dengan tepat.
Gejala preeklamsia sering tak disadari sejak awal. Ibu hamil perlu waspada bila mengalami sakit kepala hebat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, bengkak mendadak pada wajah dan tangan, atau tekanan darah meningkat. Bila mencapai ≥160/110 mmHg atau disertai kejang, kondisi ini sudah kegawatdaruratan medis⁶.
Kejang terjadi karena gangguan pembuluh darah meluas hingga ke otak, menyebabkan pembengkakan otak atau Posterior Reversible Encephalopathy Syndrome (PRES)⁷, bukan kesurupan. Sayangnya, kepercayaan keliru ini membuat sebagian keluarga terlambat mencari pertolongan, padahal preeklampsia sendiri sudah meningkatkan risiko kematian ibu lebih dari dua kali lipat dibanding kehamilan normal⁴, dan keterlambatan penanganan memperparah risiko tersebut.
Faktor risiko meliputi riwayat preeklampsia, hipertensi kronis, diabetes, penyakit ginjal, obesitas, kehamilan pertama atau kembar, dan usia di atas 35 tahun⁶, meskipun preeklampsia juga bisa terjadi tanpa faktor risiko yang jelas. Kabar baiknya, preeklampsia dapat dikenali lebih awal lewat pemeriksaan kehamilan (ANC) rutin tekanan darah, urin, dan pemantauan janin. Pada ibu berisiko tinggi, aspirin dosis rendah sebelum usia kehamilan 16 minggu terbukti menurunkan risikonya⁸.
Jangan menunggu hingga kejang terjadi. Segera periksakan diri ke bidan atau dokter kandungan bila muncul tanda mencurigakan. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang melindungi ibu dan buah hati.
Artikel direview oleh : apt. Safira Aulia, S.Farm
Daftar Pustaka
- World Health Organization, dikutip dalam: Urinary miRNA Expression in Pre-Eclampsia During Early and Mid-Pregnancy. PubMed Central [PMC11677131].
- Kementerian Kesehatan RI. Peringatan Hari Preeklamsia Sedunia 2021, Diakses dari: ayosehat.kemkes.go.id.
- Kementerian Kesehatan RI (Direktorat Yankes). Kenali Tanda Bahaya Preeklampsia. Data SRS Litbangkes, 2016. Diakses dari: yankes.kemkes.go.id.
- Lee JY, Lee SH. Hypertensive disorders of pregnancy: advances in understanding and management. Clin Hypertens. 2025;31:e1.
- Chang KJ, Seow KM, Chen KH. Preeclampsia: Recent Advances in Predicting, Preventing, and Managing the Maternal and Fetal Life-Threatening Condition. Int J Environ Res Public Health. 2023;20(4):2994.
- Cífková R. Hypertension in Pregnancy: A Diagnostic and Therapeutic Overview. High Blood Press Cardiovasc Prev. 2023;30:289–303.
- Systematic review of posterior reversible encephalopathy syndrome (PRES) in severe preeclampsia and eclampsia. PubMed Central [PMC10710200].
- Rosenberg EA, Seely EW. Update on Preeclampsia and Hypertensive Disorders of Pregnancy. Endocrinol Metab Clin North Am. 2024;53:377–389.