Bolehkah Minum Orlistat dan Vitamin D Secara Bersamaan?

AP
apt. Ridhatul Qaivani, S. Farm
0

Bayangkan situasi berikut. Seorang perempuan berusia 34 tahun baru saja mendapatkan resep orlistat 120 mg untuk membantu menurunkan berat badan. Sebelum pulang, ia bertanya kepada apoteker,

"Apakah ada yang perlu saya perhatikan selain menjalani diet rendah lemak?"

Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana. Banyak orang sudah mengetahui bahwa orlistat dapat menyebabkan efek samping seperti feses berminyak. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa obat ini juga dapat mempengaruhi penyerapan beberapa vitamin, salah satunya vitamin D.

Lalu, benarkah orlistat dan vitamin D tidak boleh diminum bersamaan?

Orlistat merupakan obat yang digunakan untuk membantu menurunkan berat badan pada penderita obesitas atau kelebihan berat badan (overweight).¹ Uniknya, obat ini tidak membakar lemak maupun menekan nafsu makan. Orlistat bekerja secara lokal di usus dengan menghambat enzim lipase.¹ Ketika enzim ini dihambat, lemak (trigliserida) dari makanan tidak dapat dipecah menjadi asam lemak bebas sehingga penyerapannya oleh usus berkurang.¹˒² Melalui mekanisme inilah berat badan dapat turun secara bertahap.¹

Apa yang Terjadi jika Lemak Tidak Diserap?

Sekitar 30% lemak dari makanan tidak diserap dan akan dikeluarkan melalui feses.¹ Proses ini juga dapat mempengaruhi penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K.¹˒²˒⁶ .Vitamin-vitamin tersebut membutuhkan lemak sebagai "alat transportasi" agar dapat diserap usus dan masuk ke dalam aliran darah.³

Hal yang perlu dipahami adalah orlistat tidak menghambat vitamin secara langsung. Obat ini mengurangi pembentukan "alat transportasi" yang dibutuhkan vitamin A, D, E, dan K untuk diserap tubuh.³ Akibatnya, penyerapan vitamin-vitamin tersebut dapat berkurang.¹˒² Jika digunakan dalam jangka panjang, orlistat dapat meningkatkan risiko terjadinya kekurangan vitamin larut lemak.²

Orang-Orang yang Lebih Berisiko Mengalami Kondisi Ini

Risiko kekurangan vitamin D lebih tinggi pada orang yang sejak awal sudah memiliki kadar vitamin D rendah, menggunakan orlistat lebih dari tiga bulan tanpa pemantauan, menjalani diet yang sangat rendah lemak, atau mengonsumsi suplemen vitamin bersamaan dengan orlistat.²˒⁴

Apabila Anda mulai mengalami keluhan seperti mudah lelah, nyeri tulang atau punggung, serta nyeri maupun kelemahan otot, kondisi tersebut dapat menjadi tanda kekurangan vitamin D.⁵˒ Jika keluhan muncul, sebaiknya konsultasikan kepada dokter atau apoteker untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Pemberian Bersama Suplemen

Pemberian suplemen vitamin perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang dan lamanya penggunaan orlistat.² Jika dokter atau apoteker menyarankan konsumsi suplemen vitamin, berikan jeda minimal dua jam sebelum atau dua jam setelah mengonsumsi orlistat agar penyerapannya tidak terganggu¹˒⁴˒⁸ 

Selain memperhatikan waktu konsumsi suplemen, pastikan orlistat diminum bersama makanan.¹ Tetap konsumsi lemak dalam jumlah yang seimbang,¹ cukupi kebutuhan cairan, dan segera konsultasikan ke dokter atau apoteker apabila mengalami efek samping saluran cerna yang berat atau nyeri perut hebat.²

Artikel ini direview oleh :

apt. Syifa Amelia Putri, S.Farm

Referensi :

[1] Roche Registration Limited (1998) Xenical 120 mg hard capsules: summary of product characteristics. European Medicines Agency. https://www.ema.europa.eu/en/documents/product-information/xenical-epar-product-information_en.pdf 

[2] Filippatos, T.D., Derdemezis, C.S., Gazi, I.F., Nakou, E.S., Mikhailidis, D.P. & Elisaf, M.S. (2008) 'Orlistat-associated adverse effects and drug interactions: a critical review', Drug Safety, 31(1), pp. 53–65. https://doi.org/10.2165/00002018-200831010-00004

[3] Borel, P., Caillaud, D. & Cano, N.J. (2015) 'Vitamin D bioavailability: state of the art', Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 55(9), pp. 1193–1205. https://doi.org/10.1080/10408398.2012.688897

[4] McDuffie, J.R., Calis, K.A., Booth, S.L., Uwaifo, G.I. & Yanovski, J.A. (2002) 'Effects of orlistat on fat-soluble vitamins in obese adolescents', Pharmacotherapy, 22(7), pp. 814–822. https://doi.org/10.1592/phco.22.11.814.33627

[5] Holick, M.F., Binkley, N.C., Bischoff-Ferrari, H.A., Gordon, C.M., Hanley, D.A., Heaney, R.P., Murad, M.H. & Weaver, C.M. (2011) Evaluation, treatment, and prevention of vitamin D deficiency: an Endocrine Society clinical practice guideline. Endocrine Society. https://doi.org/10.1210/jc.2011-0385

[6] Melia, A.T., Koss-Twardy, S.G. & Zhi, J. (1996) 'The effect of orlistat, an inhibitor of dietary fat absorption, on the absorption of vitamins A and E in healthy volunteers', Journal of Clinical Pharmacology, 36(7), pp. 647–653. https://doi.org/10.1002/j.1552-4604.1996.tb04223.x

[7] National Institutes of Health Office of Dietary Supplements (2024) Vitamin D: fact sheet for health professionals. U.S. Department of Health and Human Services. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-HealthProfessional/

[8] Robien, K., Oppeneer, S.J., Kelly, J.A. & Hamilton-Reeves, J.M. (2013) 'Drug–vitamin D interactions: a systematic review of the literature', Nutrition in Clinical Practice, 28(2), pp. 194–208. https://doi.org/10.1177/0884533612467824


Komentar (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang artikel ini.