Mitos vs Fakta: Apakah Vitamin C Dosis Tinggi Efektif Mencegah Flu?

MO
Mohamad Fawaz El Fauzy
7

Saat musim pancaroba, banyak dari kita langsung mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi (1000 mg atau lebih) dengan harapan tidak mudah terkena flu. Namun, benarkah dosis tinggi adalah kunci kekebalan tubuh yang kuat? Mari kita bedah mitos dan faktanya.


1. Mitos: Konsumsi Vitamin C Dosis Tinggi Bisa Mencegah Flu


Faktanya: Mengonsumsi vitamin C secara rutin tidak secara signifikan mengurangi risiko terkena flu.

Menurut hasil riset yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH), asupan vitamin C secara rutin tidak secara signifikan menurunkan risiko seseorang terkena flu dibanding mereka yang tidak mengonsumsinya. Namun, pengecualian ditemukan pada pelari maraton, pemain ski, dan tentara di lingkungan sub-artik; pada kelompok ini, vitamin C dapat memperkecil risiko flu hingga 50%.3



2. Mitos: Vitamin C Paling Ampuh Jika Diminum Saat Gejala Muncul


Faktanya: mengonsumsi vitamin C dosis tinggi saat gejala flu muncul tidak memberikan pengaruh yang besar.

Riset yang dilakukan oleh Cochrane Library terhadap lebih dari 11.000 peserta menemukan bahwa mengonsumsi vitamin C secara rutin sebelum terkena flu, dapat memperpendek durasi flu sebanyak 8% pada orang dewasa dan 14% pada anak-anak, sedangkan mengonsumsi setelah gejala flu muncul, nyatanya tidak mengurangi durasi atau keparahan penyakit.2



3. Mitos: Semakin Tinggi Dosisnya, Semakin Baik


Faktanya: Tubuh manusia memiliki batas penyerapan vitamin C

Dosis lazim harian yang direkomendasikan untuk pria dewasa yaitu 110 mg/hari, perempuan dewasa 95 mg/hari, perempuan hamil 105 mg/hari, Ibu menyusui 125 mg/hari, anak-anak dengan usia kurang dari 15 tahun 20-85 mg/hari, remaja 15-19 tahun 90-105 mg/hari.6 Batas maksimal konsumsi vitamin C yang aman (Tolerable Upper Intake Level) bagi orang dewasa adalah 2.000 mg per hari. Mengonsumsi lebih dari dosis tersebut secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti:

  1. Diare, mual, dan kram perut.
  2. Peningkatan risiko batu ginjal karena metabolisme vitamin yang berlebih menjadi oksalat dalam urin.4



4. Fakta: Tubuh Lebih Baik Menyerap Vitamin C dalam Dosis Terbagi


Vitamin C merupakan senyawa yang larut air, tubuh tidak bisa menyimpan vitamin C secara berlebih. Orang yang mengonsumsi vitamin C yang jumlah lebih dari 1.000 mg mengalami penurunan tingkat penyerapan vitamin C yang drastis hingga kurang dari 50%. Sisanya hanya akan dibuang melalui urin, yang sering disebut secara metaforis sebagai "urin yang mahal".5


Kesimpulan & Rekomendasi

Vitamin C adalah penolong sistem imun yang bekerja sebagai investasi jangka panjang, bukan "obat ajaib" saat darurat.

Tips untuk Anda:

  1. Konsumsi secara konsisten: Cukupi kebutuhan harian (75–90 mg) melalui buah dan sayur.
  2. Gunakan suplemen jika perlu: Suplemen 500 mg sudah sangat mencukupi untuk menopang kebutuhan harian tanpa membebani ginjal.
  3. Cegah dari sumber lain: Cara paling efektif mencegah flu tetaplah dengan vaksinasi flu tahunan, mencuci tangan, dan menjaga jarak dari orang sakit.1



Artikel di review oleh : apt. Syifa Amelia Putri, S.Farm

Daftar Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Preventative Steps: Take Action to Prevent Flu. Diakses pada 12 Maret 2026, dari https://www.cdc.gov/flu/prevention/index.html 
  2. Hemilä, H., & Chalker, E. (2013). Vitamin C for preventing and treating the common cold. Cochrane Database of Systematic Reviews, (1). DOI: 10.1002/14651858.CD000980.pub4
  3. National Institutes of Health (NIH). (2021, 26 Maret). Vitamin C: Fact Sheet for Health Professionals. Office of Dietary Supplements. Diakses pada 12 Maret 2026, dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC-HealthProfessional/ 
  4. Wróblewski K. Czy stosowanie duzych dawek witaminy C moze być szkodliwe? [Can the administration of large doses of vitamin C have a harmful effect?]. Pol Merkur Lekarski. 2005 Oct;19(112):600-3. Polish. PMID: 16379336. 
  5. WebMD. (n.d.). Vitamin C (Ascorbic Acid) - Uses, Side Effects, and More. Diakses pada 12 Maret 2026, dari https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1001/vitamin-c-ascorbic-acid 
  6. German Nutrition Society (DGE). (2015). New reference values for vitamin C intake. Annals of Nutrition and Metabolism, 67(1), 13–20. https://doi.org/10.1159/000438466 


Komentar (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang artikel ini.