Nggak Bisa Minum Obat Tablet, Harus Apa Ya?

AP
Apt. Firda Silvia Pramashela
3

Banyak orang mengalami kesulitan saat minum obat tablet, baik karena ukuran tablet, rasa pahit, maupun rasa takut tersedak. Kondisi ini cukup sering terjadi dan dapat mempengaruhi kenyamanan hingga kepatuhan minum obat. Karena itu, penting untuk mengetahui cara yang aman agar obat tetap bisa diminum tanpa mengurangi efektivitasnya1,2.Yuk kita bahas satu per satu dengan bahasa yang simpel tapi tetap akurat.


1. Bentuk-bentuk obat itu ternyata banyak, lho

Obat tidak hanya tersedia dalam bentuk tablet. Dalam dunia farmasi, obat dapat dibuat dalam berbagai bentuk sediaan seperti kapsul, cairan oral/sirup, serbuk, tetes, suntik, hingga suppositoria. Setiap bentuk sediaan memiliki cara penggunaan dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai kebutuhan terapi pasien11. Bentuk sediaan obat dibuat bukan tanpa alasan. Pemilihannya disesuaikan dengan beberapa hal, yaitu : 

  1. Cara obat bekerja di dalam tubuh
  2. Lokasi target kerja obat
  3. Kecepatan absorpsi yang dibutuhkan
  4. Hingga kestabilan zat aktif obat tersebut. 

Hal ini dibuat untuk meningkatkan efektivitas terapi. Selain membantu efektivitas terapi, bentuk sediaan obat juga dibuat untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan penggunaan bagi pasien, termasuk pada orang yang kesulitan menelan obat tablet3.


2. Kenapa nggak semua obat bisa dijadikan sirup manis?4

Tidak semua obat cocok dibuat dalam bentuk cair atau sirup. Pada beberapa obat, bentuk tablet justru dipilih untuk menjaga obat tetap stabil dan bekerja dengan optimal.


Beberapa obat memiliki zat aktif yang mudah rusak bila dicampur dalam cairan, sehingga bentuk tablet membantu menjaga kualitas obat lebih lama. Ada juga tablet yang dirancang untuk melepaskan obat secara perlahan (sustained/extended release) agar efeknya bertahan lebih lama di tubuh.


Selain itu, beberapa tablet memiliki lapisan khusus (enteric coating) yang membuat obat baru larut di usus, bukan di lambung. Lapisan ini digunakan untuk melindungi lambung atau menjaga obat tetap stabil sampai mencapai target kerjanya.


3. Kenapa ada tablet pahit, ada yang nggak?5

Beberapa obat terasa pahit karena zat aktifnya memang memiliki rasa pahit alami dan tidak diberi lapisan tambahan. Sementara itu, ada juga tablet yang dilapisi film coating. Lapisan ini tidak hanya membantu menutupi rasa pahit, tetapi juga membuat tablet lebih mudah ditelan dan membantu melindungi obat agar tetap stabil selama penyimpanan maupun setelah diminum. Pada beberapa kapsul, cangkang kapsul juga dibuat untuk membantu mengurangi rasa obat saat berada di lidah sehingga lebih nyaman digunakan pasien.


4. Boleh nggak minum obat pakai pisang atau makanan manis?

Bisa, terutama untuk orang yang kesulitan menelan obat. Dalam beberapa kondisi, obat dapat diberikan bersama makanan lunak seperti yogurt, madu, atau puree buah supaya lebih mudah ditelan, tapi tidak semua obat boleh dicampur dengan makanan ya6,7,8. Namun, hindari jika:

  1. Obat harus diminum saat perut kosong,
  2. Obat memiliki interaksi dengan makanan tertentu,
  3. atau tablet memiliki lapisan khusus seperti enteric-coated maupun extended release, karena bisa mempengaruhi cara kerja obat.


Kalau ragu, tanya apoteker atau dokter dulu di TanyaObat


5. Boleh nggak obat digerus?9

Jawabannya tergantung pada jenis obat dan bentuk sediaannya. Tidak semua tablet aman untuk digerus atau dihancurkan sebelum diminum.Beberapa jenis obat sebaiknya tidak dihancurkan, seperti:

  1. Tablet salut enterik (enteric-coated)
  2. ablet lepas lambat (extended/sustained release)
  3. Kapsul tertentu


Hal ini karena penghancuran obat dapat merusak desain sediaan yang sudah dibuat khusus. Akibatnya, obat bisa bekerja terlalu cepat, efektivitasnya berubah, atau meningkatkan risiko efek samping. Tablet salut enterik, misalnya, dibuat agar obat tidak larut di lambung dan baru hancur di usus. Sementara tablet lepas lambat dirancang untuk melepaskan obat sedikit demi sedikit agar efeknya bertahan lebih lama.


Namun, ada juga beberapa tablet biasa (immediate release) yang umumnya dapat digerus, terutama jika memang ada anjuran dari dokter atau apoteker.


6. Solusi kalau nggak bisa minum obat tablet

Kalau kamu kesulitan menelan obat tablet, ada beberapa cara yang bisa dicoba. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis obat dan kondisi masing-masing pasien.


A. Minta bentuk obat lain3

Beberapa obat tersedia dalam bentuk lain yang lebih mudah digunakan, misalnya:

  1. Sirup atau cairan oral
  2. Kapsul
  3. Puyer atau serbuk
  4. Tablet larut/dispersibel

Kalau merasa kesulitan menelan tablet, coba tanyakan ke dokter atau apoteker apakah ada alternatif bentuk sediaan yang lebih nyaman digunakan.


B. Teknik menelan obat10

Ada beberapa teknik sederhana yang dapat membantu tablet lebih mudah ditelan, seperti:

  1. Minum dengan air yang cukup
  2. Posisi duduk atau berdiri tegak
  3. Metode pop-bottle
  4. Teknik lean-forward


C. Gunakan bantuan makanan (jika aman)8

Pada kondisi tertentu, obat dapat diberikan bersama makanan lunak seperti yogurt, madu, atau puree buah untuk membantu proses menelan. Namun, cara ini tidak bisa dilakukan pada semua obat karena beberapa tablet memiliki lapisan atau mekanisme khusus yang dapat rusak bila dihancurkan atau dicampur dengan makanan. 


D. Konsultasi jika sering terjadi12

Kalau kesulitan menelan obat terjadi terus-menerus, jangan dianggap sepele. Kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan menelan (disfagia) maupun faktor psikologis seperti rasa takut tersedak. Jika sering terjadi, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat dievaluasi dengan tepat. 


Kesimpulan

Nggak bisa minum obat tablet itu hal yang wajar dan sering terjadi, tapi jangan langsung menghancurkan atau mencampur obat sembarangan ya, karena bisa mempengaruhi efektivitas dan keamanannya. Kunci utamanya adalah kenali jenis obatnya, konsultasikan sebelum mengubah bentuk, dan mencari alternatif yang paling aman


Artikel direview oleh : apt. Safira Aulia, S.Farm


Referensi

  1. Ferreira-Neto, C. J. B., et al. (2022). Solid oral dosage forms use in adults with neurological disorders and swallowing difficulties: A scoping review. Dapat diakses secara online di https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34652512/
  2. Anne Hernett., et al (2023). Adult patients with difficulty swallowing oral dosage forms: A systematic review of the quantitative literature. Dapat diakses secara online di https://www.mdpi.com/2226-4787/11/5/167
  3. Liu, F., Ranmal, S., Batchelor, H.K., Orlu-Gul, M., Ernest, T.B., Thomas, I.W., Flanagan, T. and Tuleu, C. (2014) ‘Patient-Centered Pharmaceutical Design to Improve Acceptability of Medicines: Similarities and Differences in Paediatric and Geriatric Populations’, Drugs, 74(16), pp. 1871–1889. Available at: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4210646/ 
  4. Liu, F., et al. (2018). Dosage form modification and oral drug delivery in older people. Dapat diakses secara online di https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0169409X18300644
  5. Rao, T. R., & Anila, S. (2024). Oral disintegrating tablets: An overview. Dapat diakses secara online di https://www.researchgate.net/publication/382961577_ORAL_DISINTEGRANTING_TABLETS_AN_OVERVIEW
  6. Specialist Pharmacy Service. (2024) Checking if tablets can be crushed or capsules opened. Available at: https://www.sps.nhs.uk/articles/checking-if-tablets-can-be-crushed-or-capsules-opened/ (Accessed: 20 May 2026).
  7. Royal National Orthopaedic Hospital. (2023) Swallowing tablets. Available at: https://www.rnoh.nhs.uk/patients-and-visitors/patient-information-guides/swallowing-tablets (Accessed: 20 May 2026).
  8. Specialist Pharmacy Service. (2022) Why and how medicines are given with soft food or thickened fluid. Available at: https://www.sps.nhs.uk/articles/why-and-how-medicines-are-given-with-soft-food-or-thickened-fluid/ (Accessed: 20 May 2026).
  9. Blaszczyk, A., et al. (2023). Crushed tablet administration for patients with dysphagia and enteral feeding: Challenges and considerations. Dapat diakses secara online di https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10511598/
  10. Kaplan, B.J., Steiger, R.A., Pope, J., Marsh, A. and Sharp, M. (2014) ‘Two techniques to make swallowing pills easier’, Annals of Family Medicine, 12(6), pp. 550–552. Dapat diakses secara online di : https://www.annfammed.org/content/12/6/550 
  11. Kim, J. and De Jesus, O. (2023) Medication Routes of Administration. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK568677/.
  12. Cleveland Clinic. (2024) Dysphagia (Difficulty Swallowing). Dapat diakses secara online di : https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21195-dysphagia 

Komentar (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang artikel ini.