Inhaler adalah salah satu alat yang sudah menjadi sahabat tak terpisahkan bagi penderita Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Namun, apakah Anda tahu bahwa ada ritual yang wajib dilakukan setiap selesai menggunakan Inhaler? Betul, berkumur. Mengapa kebiasaan berkumur setelah menggunakan inhaler menjadi sangat krusial? Mari kita bedah.
- Apa Itu Inhaler Corticosteroids?
Inhaler adalah alat kesehatan yang diciptakan untuk mengantarkan obat dalam bentuk gas atau partikel aerosol halus langsung ke target utama yaitu ke dalam saluran pernafasan tanpa melewati saluran cerna sehingga dapat meminimalkan efek samping sistemik pada organ tubuh lainnya.2
- Mengenal ICS (Inhaled Corticosteroid)
Corticosteroids adalah hormon tiruan dari hormon alami tubuh yang digunakan untuk mengobati peradangan pada tubuh manusia. Corticosteroids aman untuk digunakan jangka panjang selama di bawah pengawasan dokter. Contoh obat yang termasuk golongan ICS antara lain fluticasone, mometasone, budesonide, dan beclomethasone.1
- Cara Kerja ICS secara Singkat
Saluran pernapasan penderita asma dapat mengalami penyempitan mendadak, meradang, dan membengkak sebagai respons terhadap partikel pemicu alergi (alergen). Secara singkat, saat Inhaler Corticosteroid (ICS) masuk ke saluran pernapasan, zat tersebut akan langsung bekerja pada dinding saluran napas untuk menekan peradangan, mengurangi pembengkakan, serta menurunkan produksi lendir yang berlebih. Proses ini menyebabkan saluran napas kembali terbuka dan melancarkan proses pernapasan. 2
- Bagaimana ICS Dapat Menyebabkan Sariawan? (Risiko Jika Tidak Berkumur)
Ketika kita menghirup Inhaler, tidak semua partikel obat yang mengandung ICS akan masuk ke paru-paru. Sebagian besar partikel obat ada yang tertinggal di area lidah, mulut, dan tenggorokan. Disinilah awal mula masalah muncul ketika kita tidak berkumur:
- Penurunan Imun Lokal: Steroid bekerja dengan cara menekan sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi radang. Ketika sisa obat menempel di mulut, imun lokal di rongga mulut pun ikut menurun secara sementara.
- Pertumbuhan Jamur (Thrush): Penurunan imun ini dimanfaatkan oleh jamur alami mulut bernama Candida albicans untuk tumbuh subur secara tidak terkendali. Akibatnya, muncul infeksi jamur yang disebut oral thrush. Gejalanya mirip sariawan parah, berupa bercak putih kekuningan di lidah atau dinding mulut yang terasa perih dan tidak nyaman.
- Efek Samping Lain: Selain sariawan jamur, sisa obat yang menempel di pita suara juga bisa menyebabkan suara menjadi serak (dysphonia) dan tenggorokan terasa kering atau batuk-batuk. 3
- Cara dan Durasi Berkumur yang Benar
Sebagai upaya agar terhidar dari efek samping di atas, kita wajib berkumur setelah menggunakan Inhaler ICS dengan cara dan durasi yang benar. Berikut tahapan berkumur setelah menggunakan Inhaler ICS :
- Berkumur segera setelah selesai menggunakan Inhaler ICS( Jangan ditunda).
- Ambil air putih matang (suhu ruang atau hangat kuku).
- Masukkan air ke dalam mulut, lalu kumur-kumur di area rongga mulut (pipi kanan, kiri, dan bawah lidah).
- Lakukan teknik gargle, yaitu mendongakkan kepala sedikit ke belakang sehingga air mencapai pangkal tenggorokan, lalu bunyikan "ahhh" agar sisa obat di tenggorokan ikut luruh.
- PENTING: Buang air kumuran tersebut! Jangan ditelan, karena menelan air kumuran berarti kita sedang memasukkan sisa steroid ke dalam sistem pencernaan.
- Lakukan kumur selama 5-10 detik. Berkumur dapat diulang 3-5 kali dengan air bersih yang baru. 4
Kesimpulan
Inhaler ICS adalah obat yang aman dan efektif untuk mengontrol asma selama digunakan dengan cara yang baik dan benar. Agar terhindari dari efek samping penggunaan Inhaler ICS, berkumur menjadi bagian dari rangkaian penggunaan Inhaler ICS yang tidak bisa dipisahkan. Jadikan ritual "semprot, hirup, kumur dan buang" sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan!
Artikel direview oleh : apt. Safira Aulia, S.Farm
Referensi
- National Health Service. (2025). Steroid inhalers. NHS. Available at: https://www.nhs.uk/conditions/steroid-inhalers/
- Barnes, P. J. (2010). Inhaled corticosteroids. Pharmaceuticals, 3(3), 514–540. https://doi.org/10.3390/ph3030514
- Arzayus-Patiño, L., & Benavides-Córdoba, V. (2025). Non-pharmacological interventions to prevent oropharyngeal candidiasis in patients using inhaled corticosteroids: A narrative review. Healthcare, 13(14), Article 1718. https://doi.org/10.3390/healthcare13141718
- Yokoyama, H., Yamamura, Y., Ozeki, T., Iga, T., & Yamada, Y. (2006). Influence of mouth washing procedures on the removal of drug residues following inhalation of corticosteroids. Biological and Pharmaceutical Bulletin, 29(9), 1923–1925. https://doi.org/10.1248/bpb.29.1923