Kesehatan

Konsumsi Minuman Manis Dapat Menyebabkan Kebotakan pada Pria?

Ditulis oleh apt. Syahrul Hidayat, S. Farm.
5 Jun 2023
Thumbnail Konsumsi Minuman Manis Dapat Menyebabkan Kebotakan pada Pria?
Sumber: *Ilustrasi kerontokan rambut (https://unsplash.com/photos/FGqEuM0wuKk*)

*Male Pattern Hair Loss* (MPHL), merupakan bentuk kerontokan rambut yang progresif dan tanpa jaringan parut, telah menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Kejadian MPHL terus meningkat. Studi di China menemukan bahwa tingkat kejadian MPHL meningkat dari 21,3% pada tahun 2010 menjadi 27,5% pada tahun 2021 (Mu et al, 2021).

MPHL dapat memengaruhi perasaan diri seseorang, menyebabkan tekanan psikologis, dan berdampak buruk pada kualitas hidup (McDonald et al, 2017). MPHL terkait dengan banyak faktor, di antaranya genetika, kecemasan, waktu tidur, usia, indeks massa tubuh (BMI), riwayat penyakit, aktivitas fisik, nutrisi, dan merokok (Choi et al, 2021). Asupan makanan dianggap memainkan peran penting, dan banyak penelitian telah menunjukkan efek negatif dari diet tidak sehat (diet rendah buah dan sayuran namun tinggi lemak dan sodium) pada MPHL. Sebagai komponen utama dalam diet tidak sehat, konsumsi berlebih gula tambahan dapat memengaruhi kerontokan rambut (Figlak et al, 2019; Lennon, 2023).

Minuman manis, yang umum dikonsumsi oleh populasi muda, adalah semua cairan yang diberi rasa manis dengan berbagai bentuk tambahan gula. Minuman manis di antaranya soda/minuman ringan, jus dengan tambahan gula, minuman olahraga, minuman berenergi, susu manis, dan teh/kopi manis (Anderson, 2023; Bose, 2023). Di Indonesia, tingkat konsumsi minuman manis sangatlah tinggi mencapai 91,40% (Kemenkes RI, 2019). Penelitian di China melaporkan bahwa konsumsi minuman manis tertinggi pada kelompok usia 13-29 tahun (22,38%) (Pan et al, 2022). Studi saat ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis berlebihan dikaitkan dengan penyakit kronis, obesitas, kerusakan gigi, dan masalah emosional. Sebagai sumber makanan utama gula tambahan, minuman manis merupakan faktor risiko potensial untuk MPHL (Bailey et al, 2018).

Salah satu alasan tingginya asupan minuman manis pada populasi muda adalah ketidaksadaran akan efek berbahaya dari minuman manis, meskipun ada banyak penelitian sebelumnya yang melaporkan efek buruk minuman bergula pada kesehatan, khususnya MPHL. Sebuah studi kualitatif menunjukkan bahwa banyak faktor lain yang memengaruhi persepsi kesehatan minuman, seperti warna dan transparansi kemasan minuman. Penyakit kronis dan kematian begitu samar dan jauh bagi kaum muda sehingga mereka tidak mau melepaskan kepuasan yang dibawa oleh minuman manis demi tujuan kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, eksplorasi lebih lanjut tentang konsekuensi kesehatan yang mungkin dan nyata dari minuman manis di masa muda dapat membantu mengurangi asupan minuman manis (Shi et al, 2023).

Shi dkk merekrut 1028 mahasiswa dan pengajar dengan usia rata-rata 27,8 tahun untuk melihat hubungan minuman manis dengan kerontokan rambut. Kriteria yang dipilih berdasarkan pada (Shi et al, 2023):

  • Status sosiodemografi
  • Status rambut
  • Asupan diet
  • Gaya hidup
  • Status psikologis

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Shi dkk menemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman manis berlebih dengan MPHL. Beberapa mekanisme potensial dapat dijelaskan baik secara langsung maupun tidak langsung. Mengacu pada efek langsung minuman manis pada MPHL, kandungan gula yang tinggi pada minuman manis menyebabkan tingginya konsentrasi gula dalam darah yang dapat memicu perubahan glukosa menjadi sorbitol. Studi lain telah menunjukkan bahwa pemanfaatan glukosa dalam jalur pembentukan sorbitol dapat mengurangi jumlah glukosa yang tersedia untuk keratinosit selubung akar luar dari folikel rambut dan menyebbakan keratinosit kekurangan energi. Kurangnya energi dalam keratinosit selubung akar luar dianggap sebagai kemungkinan penyebab MPHL. Selain itu, asupan gula yang berlebihan seringkali disertai dengan asupan lemak yang berlebihan, dan diet tinggi lemak juga dianggap terkait dengan MPHL (Shi et al, 2023).

Artikel direview oleh : apt. Sofa Dewi Alfian, MKM, Ph.D

Referensi

  • Anderson L. 2023. Sugary drinks linked to hair loss in younger men – study. Available at [https://www.1news.co.nz/2023/01/12/sugary-drinks-linked-to-hair-loss-in-younger-men-study/#:~:text=The%20research%20found%20consuming%20high,and%20sweetened%20coffee%20and%20tea](https://www.1news.co.nz/2023/01/12/sugary-drinks-linked-to-hair-loss-in-younger-men-study/#:~:text=The%20research%20found%20consuming%20high,and%20sweetened%20coffee%20and%20tea). [Diakses pada 15 Januari 2023].
  • Bailey RL, Fulgoni VL, Cowan AE, Gaine PC. 2018. Sources of Added Sugars in Young Children, Adolescents, and Adults with Low and High Intakes of Added Sugars. *Nutrients*. Vol. 10: 102.
  • Bose P. 2023. Study links sugary drinks to male hair loss. Available at [https://www.news-medical.net/news/20230104/Study-links-sugary-drinks-to-male-hair-loss.aspx](https://www.news-medical.net/news/20230104/Study-links-sugary-drinks-to-male-hair-loss.aspx). [Diakses pada 15 Januari 2023].
  • Choi S, Zhang B. 2021. Corticosterone inhibits GAS6 to govern hair follicle stem-cell quiescence. *Nature*. Vol. 592: 428–432.
  • Figlak K, Paus R, Williams G, Philpott M. 2019. 597 Outer root sheath is able to synthesise glycogen from lactate-investigating glycogen metabolism in human hair follicles. *J. Investig. Dermatol*. Vol. 139: S317.
  • Kemenkes RI. 2019. *Laporan Nasional Riskesdas 2018*. Jakarta: Lembaga Penerbitan badan Litbangkes.
  • Lennon A. 2023. Drinking sugary beverages linked to hair loss in men. Available at [https://www.medicalnewstoday.com/articles/sugary-soda-drinks-male-pattern-hair-loss-men](https://www.medicalnewstoday.com/articles/sugary-soda-drinks-male-pattern-hair-loss-men). [Diakses pada 15 Januari 2023].
  • McDonald KA, Shelley AJ, Colantonio S, Beecker J. 2017. Hair pull test: Evidence-based update and revision of guidelines. *J. Am. Acad. Dermatol*. Vol. 76: 472–477.
  • Mu Z, Gao Y, Li K, Liu H, Zhang J. 2021. Androgenetic Alopecia Among Hospital Staff: A Study of Prevalence, Types and a Comparison with General Population in a Secondary Hospital in China. *Clin. Cosmet. Investig. Dermatol*. Vol. 14: 1387–1392.
  • Pan F, Luan DC, Zhang DW, Mao WF, Liang D, Liu AD, Li JW. 2022. Assessment of sugar-sweetened beverages consumption and free sugar intake among urban residents aged 3 and above in China. *Chin. J. Hydrog*. Vol. 34: 126–130.
  • Shi X, Tuan H, Na X, Yang H, Yang Y, Zhang Y, Xi M, Tan Y, Yang C, Zhang J, Zhao A. 2023. The Association between Sugar-Sweetened Beverages and Male Pattern Hair Loss in Young Men. *Nutrients*. Vol. 15(1):214.